Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila

Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila

Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila – Cerita Mesum kali ini situs Cerita69.asia akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila   ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Tepat 2 tahun setelah aku sudah selesai wisuda dari salah satu perguruan tinggi jurusan sekretaris , sekarang aku telah bekerja di salah satu kantor yang cukup terkenal. Aku terlahir 24 tahun lalu , orangtuaku dan teman – teman memanggilku Tini , aku tumbuh menjadi seorang perempuan yang bisa di bilang manis , cerita dan dengan tubuh yang cukup seksi.

Di kantor itu , pekerjaan ku sangat membutuhkan yang nama nya hp dan juga komputer jadi sesuailah dengan dasar pendidikan yang pernah ku pelajari. Bos maupun teman – teman juga cukup bersahabat , penuh kehangatan sehingga membuat suasana kerja kian semakin nyaman , kegiatan di kantor tidak terlalu sibuk , apa lagi jika di posisi ku hanya standby di dekat telepon dan juga mengetik semua surat – surat yang bersifat khusus dari bosku.

Tapi aku menikmati saja , toh untuk mengisi tahun luang aku bisa bermain internet , lihat situs yang asyik – asyik termasuk situs cerita69 ini. Khusus di situs cerita69.asia ini aku malah sering iseng mengirimkan email ke penulisnya , yachh… sekedar salam kenal dengan sedikit mengomentari isi dari cerita nya , pokok nya iseng aja deh sedekar mengisi waktu luang.

Dan pada saat itu email ku mendapatkan balasan dari salah seorang penulis cerita yang ku kirimi email tersebut dan aku tertarik dengan cara dia menulis kata – kata di dalam cerita tersebut. Sebab itu aku balas lagi email nya bahkan ku tawari untuk chating dengan ku. Eh.. ternyata dia juga merespon nya dan jadilah perkenalan kami berlanjut melalui chatting di facebook. Hampir setiap hari kami chatting dan sebenar nya dia sudah meminta nomor hp ku tetapi sengaja tidak ku respon dulu sekalian ingin tahu motif apa yang dia ingin kan di dalam berhubungan denganku.

Tentang dia , sebut saja Roy hanya karena usianya sudah 10 tahun lebih tua dari pada aku makanya ku panggil saja dia dengan Om Roy dan jujur saja aku memang lebih tertarik dengan pria yang lebih tua dari pada aku . Mereka umum nya sabar dan juga berpengalaman , so cocok la dengan sifatku yang manja ini , dan sedikit egois sih ahhahaha.

Bagiku ML atau making love oke oke saja yang penting aku suka dan tidak mengikat sebab aku masih ingin menikamti masa mudah ku dengan bebas . Kembali ke sosok Om Roy , saat ini dia bekerja di salah sebuah perusahan posisi nya mungkin setingkat dengan kepala bagian dan tentang sifatnya aku belum tahu banyak kalau soal itu hanya saja kalau aku melihat dari cara dia mengirimkan pesan chating seperti nya sih dia boleh juga. Komunikatif , lucu meskipun yah terkesan agar galak dan juga pemarah.

Lama – lama , aku jadi menikmati chating dengan Om Roy , maka jadilah pada saat itu dia chating dan ngajak ketemu aku pun setuju – setuju saja.

“Tini yang cantik , kita kan sudah lama kenal dari sosial media dan juga setiap hari chating tetapi secara fisik kita belum ketemu loh”!!.

“Om jadi penasaran apa Tini benar – benar manis apa ngak yah orang nya”.!! ketik Om Roy dalam pesan fb nya.

“Loh .. tapi Om kan sudah melihat fotoku”!! balasku.

“Emang udah lihat sih tapi kan foto kan ga bisa di rasakan manis atau tidaknya. ” Balas lagi Roy

“Ihhh..Om ini , emang nya om mikir saya ini gula? “

“Begini saja om … waktu aku pulang kantor nanti , om ada waktu ngak? !!. Tanya ku memancing sebab aku juga pengen untuk ketemu dia.

“Kalau buat gadis semanis dan secantik Tini … om pasti selalu punya waktu , om tunggu yah di Restoran dekat jalan sarinah itu dan om tunggu di sana jam 7.00 malam yah.”

 

Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila

“Oke …om nanti saya menggunakan baju warna pink dan ada bunga – bunga kecil nya jadi om nanti tunggu dimana nih? di bawah yah ? atau di atas ?. Tanyaku kepadanya.

Tepat jam 7 malam aku sudah nyampe di gedung yang berada di lantai 4 yang terdapat restorant bakmi , aku melihat sekeliling tampak ada seorang pria setengah baya yang sedang berdiri di lantai bawah , ia berdiri resah seperti sedang menunggu seseorang.

“Mungkinkah ini Om Roy”!! Tanya ku sambil berjalan ke arah nya.

“Tini yah .”? Sapa si pria tadi setelah aku berjalan ke arah nya .

“Eh Om Roy yah “? balas ku , langsung kami bersalaman sambil saling cipika cipiki.

“Udah lama nunggu om”? Tanyaku semanja mungkin ahhahahah.

“Ngak terlalu lama la ! kita langsung ke atas yuk… ke restorant nanti ga kebagian tempat duduk ” ajak om roy sambil menekan tombol lift.

Di dalam lift om Roy bergumam sambil tersenyum dan sambil berkata “Ternyata fotomu tidak seindah yang asli nya yah , gak pakai fuji ya waktu foto”!!

Secara reflek ku cubit lengannya. “Akh .. om di bayar berapa sama fuji flim ? !! om juga tidak segalak waktu kita chatting … padahal saya sempat takut loh om.. habis om kata – katanya singkat dan mau menang sendiri kalau di chatting”!! kataku ngerocos sambil tertawa , sampai – sampai aku lupa kalau di lift ada banyak orang. Terus terang setelah ketemu om Roy aku semakn tertarik dengan figur dan gaya bicaranya om roy.

Sesampainya di restorant kebetulan kami langsung dapat tempat duduk dan setelah pesan makanan kami melanjutkan ngobrol. Ternyata om roy .. udah gentle dan penuh perhatian , dia juga senang bercanda dan tertawa makanya tidak terasa kalau sudah hampir satu jam kami ngobrol sambil menikmati bakmi kesukaan ku.

” Om udah mau satu jam lebih loh kita duduk disini , nanti bisa – bisa kita di suruh bantuin cuci mangkok kalau ngak keluar – keluar”! kata om roy yang di sambung dengan.

“Habis ini Tini mau jalan – jalan kemana lagi ?? ” Tanya om roy tersenyum.

“Terserah om saja.. besok Tini libur kok dan seperti Tini yang bilang di chating kalau kita sudah ketemu jangankan nomor hp … apa saja yang om minta pasti Tini kasih..”!! jawab ku penuh manja.

“Ahh yang benar nih Tin..”!! kata om roy sambil mengajakku beranjak dari restorant. Karena obrolan nya nyambung jadi kami tidak merasa grogi lagi , malahan ketika keluar dari restoran om roy berjalan memeluk pundakku sambil menapaki tangga biasa.

Di dalam mobil , kami terus ngobrol sambil bercanda dan terkadang om Roy jadi kurang konsenstrasi mengemudi karena sering aku cubitin.. Mobil om roy terus melaju meyusuri jalanan yang sepi. Sampai bundaran cawang berbalik arah kemudian kita belok kiri masuk.

“Kita mau kemana om” Tanya ku pura – pura ngak tau.

“Yah kita ketempat yang ngobrol nya yang agak bebas ” jawab om Roy dan terus memajukan mobil nya kehalaman parkir . Setelah sampai di depan salah satu bangunan yang garasi nya terbuka Om roy membelokkan mobil nya masuk ke garasi dan kami pun masuk ke kamar sebelah garasi tadi.

” Nah …. disini kita bisa mengobrol dengan bebaskan” ! kata om roy sambil memeluk lembut pinggangku.

Aku hanya tersenyum sambil memegang tangan nya dan wajah kami pun sudah sangat dekat … aku menutup mata dan ketika terasa bibir om roy menyentuh bibir ku. Kami melanjutkan kissing ringan sambil merubah posisi saling berpelukkan dan aku sangat menikmati ciuman demi ciuman yang dilakukan dengan lembut dan penuh perasaan.

“Kamu benar – benar sangat manis Tini sayang”!! Bisik om roy di telingaku.

Aku serasa tergoda dan kusandarkan kepala ku di dada nya itu , dia pun kembali menciumi bibir ku dengan lembut , tangan nya mulai berani bergerilya membelai dan meremas halus payudara ku. Aku semakin tergoda karena nya , sehingga ketika disela – sela remasan kecil , ia mulai melepas kancing bajuku tetapi aku malah membantu dia.

Permainan lidah kami semakin menggebu sementara tangan om roy dengan cepat melepas Bh yang ku pakai , lepaslah sudah semua pakaian ku kecuali celana dalam . Dia bimbing aku yang hanya menggunakan CD ke tempat peraduan yang sudah tersedia di ruangan itu. Aku terlentang mehanan sensasi dan om roy melanjutkan aktifitasnya. Dia telusuri lekuk tubuhku dengan jilatan – jilatan halus , pentil teteku di hisap sehingga tampak menjulang tegak di atas payudara ku yang mulu.

Aku benar – benar menikmati permainan lidah yang di lakukan nya dan tanpa sadar kucengkram kepala om roy sambil berguman lirih “ohhh…augghhh…oommm…!! Om buka baju nya dong om.

Tanpa mejawab , lidah nya terus menjilai semua bagian tubuh ku , lalu ia pun melepas pakaian nya satu persatu. Sambil aku bantu dia , tangan ku sibuk mencari “terong” di balik celana dalam nya. Om roy memainkan pusarku dengan lidah nya , sementara tangan nya bergerak menurunkan celana dalam ku , aku pun meleas celana dalam nya dan tampak buah terong yang sudah berdiri tegak , ukuran nya biasa saja tidak terlalu besar tapi bersih. Kini kami sudah telanjang bulat alias bugil , ia terlihat sangat kagun dengan milikku yang terawat , tetapi hanya sesaat kemudian dia sudah melanjutkan lagi menciumi rambut – rambut lembut , lidah nya bergerak menjilat bagian tengah yang sudah basah.

Aku sungguh semakin merasa terangsang dan tangan ku yang memang sejak tadi sudah memegang terong om roy , sekarang ku gunakan untuk menarik pahanya dan dia merespon sehingga terong dia sudah tepat berada di depan mulutku. Aku langsung menjilati kepala “terong” yang halus , ku kulum milik Om roy yang mulai terasa berdenyut – denyut . Mungkin lebih dari 10 menit kami saling mengulum , menjilati dan menyedot “milik” kami masing – masing. Aku menikmati sekali sensai yang di berikan oleh Om roy sampai akhirnya.

“Omm…aaaayyyyooo…om.. masukin” ucapku penuh gairah.

“Sebentar yah sayang..!! om masih ingin menikmati “goa” ini , uhhhh lezatnya sambil sambil pufffttt… pufffttt karena terdapat rambut halus yang melekat di bibirnya.

“Ayoo..om …ahh.,..ahhh..ahh saya sudah ga tahan nih om…!! Tanpa menunggu persetujuan nya aku langsung menggerakkan tubuh ku untuk merubah posisi.

Aku bimbing terong milik om Roy dan dengan sekali tekan masuk lah dia sampai terbedan sepenuh nya di dalam vagina ku. Semakin nikmat rasanya ketika terong om roy bersentuhan dengan klitorisku , gerakkan tubuh ku semakin menggeliat kian kemari sementara kedua kaki ku di katikan ke pinggang om roy.

” Ohhh..ahh..ahh..nikmat om… terus … terus …omm ahhhh!! sambil ku imbangi dengan gerakan pantatku.

Lagi – lagi om roy tidak menjawab sambil terus memaju mundurkan terong nya dia meremas , menghisap tetek ku secara bergantian. Hampir sepuluh menit kami terus berpacu dalam posisi itu , kemudian tubuh ku mulai mengejang.. terasa aliran darah ku semakin cepat dan ku peluk erat tubuh Om roy yang menindih di atasku.

“Aayooo …om ….saamma..sssaam…mmaaa om ….oohhhh…akkhhh….akkhhh!! aku mencapai orgasme meskipun belum terasa ada cairan yang keluar dari terong om roy.

 

Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila

Om roy tahu kalau aku sudah mencapai klimaks , dia menghentikan gerakan namun tetap membiarkan terong nya yang masih tegang di dalam vagina ku. Om roy memeluk tuibuh ku dan mengantarku menuntaskan kenikmatan yang baru saja ku alami. Saat – saat seperti ini lah yang paling aku sukai jika melakukan ML dengan pria setengah baya , ia begitu lembut , sabar dan juga romantis menemaniku dalam menikmati masa orgasme.

“Om..Tini puas om .. Terima kasih ya , om baik …deh !” bisikku dengan lemah.

Dia hanya tersenyum dan tiba – tiba dia mengangkat badan tidak tidak mencabut terong nya dan langsung berkata satu , dua , tiga hingga sepuluh. “Horee …. sambil mengangkat kepalan tangan nya dengan mimik yang lucu menirukan gaya petinju yang di nyatakan menang.

“Sialan” tapi aku geli juga melihat kelakukan nya itu dan kami pun tertawa bersama.

“Aku bercanda aja ….. sayang”! kata om roy cengengesan , sambil kembali memeluk tubuh ku , membelai dan mencium keningku dengan mesra.

Aku menikmati di perlakukan seperti ini , malah sekarang badan ku terasa segar kembali . Ku keluarkan terong Om Roy yang masih tegang dari sarangn ya dan dengan lembut ku bersihkan dengan selimut dan langsung ku masukkan kemulutku , aku sepong milik om roy dengan penuh perasaan .. tampak dia merem melek menikmati hisapan ku.. sementara tangan nya memainkan klitrois milikku.

Sesaat gairah ku bangkit lagi , aku naik ke atas tubuh om roy yang terlentang dan kembali terong om roy ku masukkan ke tempat yang paling sensitif , ku goyangkan pinggulku menirukan goyang inul , sampai terasa om roy meremas tetek ku semakin kuat. Sebenar nya sambil bergoyang terlintas untuk membalas candaan om roy yang tadi , aku ingin hitung . Namun ketika menyaksikan tubuh om roy kelojotan serta wajahnya yang merem melek , aku jadi ikutan terangsang berat.

“Tini ..ohh…Tini ….om..mau … keluar …”!! desah om roy bergumam .

Aku berusaha menahan diri sekuat tenaga , namun lagi – lagi ketika terasa penis om roy memuncratkan laharnya memenuhi seluruh rongga vagina ku.. aku hanyut ..

“Akkkhhhh..uhhhh….akkhhh…ohhh”!! aku melengkuh sambil menjatuhkan wajah ku ke dada om roy ..

Aku orgasme untuk kedua kalinya , om Roy memeluk tubuhku yang berada di atas nya , aku tetap membenamkan wajah ku di dada om roy , terasa penis om roy mulai mengecil dan kemudian lepas dari vagina ku.

Om roy bangun dan mengecup keningku “Terima kasih … Tini sayang..!!.

“Sama – sama om ..”! Tini juga puas kok om , apa lagi skor nya 2-1″!! jawab ku tersenyum.

Om roy langsung nyambung ” ohhhh rupanya tadi tini ingin jadi juri juga yah? “.

“Wah .. ngak mudah la , Mike Tyson di kalahan..!! dan tawa kami pun berderai di saksikan furnishing di ruangan itu yang sejak tadi membisu meyaksikan ulah kami.

Semoga Cerita Dewasa yang Cerita69.asia bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih… Salam Crot ( Cerita69.asia)

4 Shares

One Comment on “Bercinta Dengan Om Roy Membuat Aku Gila”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *