Kocokan Maut Sang Wanita Desa

Kocokan Maut Sang Wanita Desa

Kocokan Maut Sang Wanita Desa Cerita Seks kali ini situs Cerita69.asia akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Kocokan Maut Sang Wanita Desa  – ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Pak Gibran berjalan tanpa mengenakan sendal dan sesekali tangan nya mengangkat sarung yang di gunakan nya. Pria parubaya itu keliatan tergesa – gesa menuju perbatasan hutan di kampungnya , lokasinya cukup jauh dari rumah penduduk desa.

“Waduh… saya minta maaf pak , saya telat menyambut kedatangan bapak.  Tadi ada warga seberang yang anaknya mau ngadain acara kawinan jadi saya urus dulu.” Jalal menyalami pak Sapri , tuan tanah di kampung tersebut yang sudah sejak lama tinggal di kota. Pak Sapri terkenal dermawan di kampung itu , banyak membantu pembangunan rumah ibadah , sekolah ,. dan juga memberikan sembako saat ada masalah yang melanda kampung.

“Yah gak apa – apa pak Gibran , biasa saja . Oh ya ini Andy pak gibran masih ingatkan.?  sudah kelas 3 SMA sekarang dan dia datang bersama teman – teman nya. Nah sekarang mereka saya antar ke kampung ini biar mengetahui kehidupan yang ada di desa , mumpung mereka masih liburan” kata Sapri , pria parubaya dan usianya kira – kira 60tahun.

“Wahh… mas andy sudah besar ya sekarang …. jadi pangling saya mas..” Jalal menyalami andy dan tiga teman nya.

Pak Sapri lalu menjelaskan pada andy dan  teman – teman nya tentang pak Jalal , Gibran yang sangat rahin dan sopan itu yang patut jadi contoh. Dia juga menjelaskan pada Jalal bahwa andy , anak nya akan berada di kampung itu selama seminggu bersama tiga teman nya itu dengan harapan agar mereka tahu tentang kehidupan di kampung dan menghargai orang kampung.

“Saya hanya minta mereka di perbolehkan membangun perkemahan di sini dan tolong pak Gibran membantu mereka untuk hidup mandiri. Soal kebutuhan makan biar mereka cari sendiri , ya mencari ikan , mancing di sungai , nyari sayuran sampai memasak nya punb harus sendiri dan nanti berasnya biar saja saya sediakan.” kata pak Sapri.

Andy dan teman – teman nya mencari tempat yang datar untuk mendirikan tenda dan mulai menyiapkan semua peralatan kamping , pak Sapri lalu meninggalkan anak nya itu dan kembali ke kota. Dua buah tenda berukuran 3 kali 3 meter berdiri saat menjelang siang , Gibran dan Jalal ikut membantu anak – anak kota itu , sampai semuanya beres.

Jalal lalu mengajak anak – naka itu untuk mampir ke dalam rumah nya di permukiman kampung itu dan di sana ia menjelaskan lokasi sungai di dalam hutan yang bisa di gunakan untuk memancing ikan dan juga lokasi kebun sayur milik nya di dalamm hutan yang boleh mereka petik.

Malam itu andy dan teman  – teman nya menginap di rumah Jalal dan berkenalan dengan remaja yang seumuran dengan mereka di kampung itu. Tapi Jalal meminta remaja kampung untuk tidak membantu anak – anak kota ini selama kamping agar mereka mandiri sesuai pesan pak Sapri.

Pagi – pagi andy dan teman – teman nya kembali menuju perbatasan tempat tenda mereka berdiri , mereka membawa beberapa kilo beras dan juga alat masak dari rumah Jalal.

Kocokan Maut Sang Wanita Desa

“Oala … benar – benar nginap di hutan nih ndy… elo sih pake mau aja nurut perkataan bapak lu itu. Harus nya itu kita liburan ke Bali .. eh malah jadi orang utan kita disini… ” Willy mengeluh sejadinya jadinya sambil melempar panci yang di bawanya.

“Iyah nih … perut lapar juga nih .” Riko menyambung.

“Udah lah … mendingan kita cari cara gimana biar ada makanna untuk nanti malam… belanja ga bia , ada uang tapi orang kampung ga mau menjual apa – apa sama kita karena perintah bapak gw … yok lah cari kayu atau apa kek yang bisa kita jadikan api untuk masak” ucap andy.

Kondisi memaksa mereka untuk melangkah mencari lauk , dari pada lapar mati pulak nanti. Kuali sudah di siapkan dari susunan batu dan kayu ,, api pun menyala memanaskan beras yang ada di panci . Untung aja Riko membawa beberapa bekal bungkus mie yang bisa menjadi lauk nya .

“Enak juga kan ternyata jadi orang utan kek gini …” Andy menghibur teman – teman itu.

“Enak sih tapi gw ga kenyang makan segini.” Ucap Riko.

Selesai sarapan ke tiga remaja itu menuju sungai untuk mandi dan mencuci pakaian , tapi sebelum mereka meninggalkan tenda , Gibran , Jalal datang bersama Tini anak perempuan nya.

“Loh mas pada mau kemana nih ?? sudah pada sarapan belum ? ” tanya Jalal.

Ia lalu memperkenalkan Tini pada 3 remaja itu , Tini anak pertama Jalal yang sudah empat tahun ini menjanda di tinggal mati suami nya karena terjadi kecelakaan , belum punya anak.

“Malam kemarin Titin belum sempat ketemu aklian karena dia membantu acara warga yang mau ngadain acara kawinan , nah sekarang untuk urusan masak dan makan biar Tini yang membantu kalian yah . Tidak apa – apa ,  bapak ga akan bilang ke juragan Sapri kok.. ” Jalal merasa kasihan juga melihat si Andy dan teman  – teman nya harus memasak sendiri.

Lagian kalau dirumah Tini tidak terlalu banyak kerjaan karena kembali numpang sma orang tua nya.

“Wah … jadi repotin nih mba Tini . Tapi it’s oke la pak dari pada berat badan saya turun seminggi disini.” Riko senang karena kebutuhan makan nya sudah terjamin.

“Iyah , tidak apa – apa , mba biasa masak dan nyuci baju kok ,” ucap Tini.

Tini berpenampilan khas wanita kampung , pakai kain dan baju berkancing dari kebaya , wahanya cantih dan sebagai janda yang masih muda tubuh nya juga semakin berisi dan juga semok . Tinggi nya kira – kira 170 dengan prosi tubuh yang standart , sedikit montok dan seksi serta payudaranya membusung menantang , pinggul nya lebar dan pantatnya pada terbentuk di balik kain yang di gunakan nya.

Gibran dan Jalal kemudian pamit pulang dan Tini kemudian mengantar Andy dan teman – teman nya itu ke sungai sambil membawa pakaian 3 remaja itu yang akan di cucinya. Remaja itu langsung langsung masuk ke dalam sungai . Usia mereka rata – rata hanya berumur 17 tahun tapi badan nya besar – besar tidak seperti anak di kampung bahkan tinggi mereka melebihi badan TIni.

“Eh adik – adik ini mandi nya di lepasin dong bajunya biar sekalian mbak Tini cucikan ” katanya melihat Andy dan teman – teman nya masuk kesungai tanpa melepaskan pakaian,.

“Wah … kalau cuma pake kolor aja gpp ioni ? Kan sepi disini .” Willy menyaut senang sambil melepaskan baju dan celana nya.

“Yah kaga apa – apa , kan ga ada yang lihat di tengah hutan gini , lagi pula warga jarang keisni karena sungai ini di kawasan hutan , mereka lebih dekat kesungai di desa” kata Tini , ia mengambil baju remaja itu di batu dan mulai mencuci nya di tempat yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi mandi mereka.

“Mbak Tini ikutan mandi dong biar rame.” teriak Willy dengan polos.

Tiba – tiba riko berlari mendekati Tini yang masih jongkok mencuci dan mendorongnya tercebur ke sungai. Tubuh tini tenggelam di sungai yang cukup dalam ,, saat tubuh nya naik ke atas kancing baju atasnya terlepas sehingga payudaranya yang tidak tertutup Bh itu pun terlihat dengan jelas.

“Yasudah mba Tini baju nya di buka aja terus di jemur ” kata WIlly menjawab protes Tini.

“Iya mba , baju nya di jemur saja mba biar kering nanti mba , jadi pas selesai mandi bisa di pakai lagi.” ucap Andy.

Tini berpikir sebentar , benar juga usul mereka , lagi pula meski telanjang tubuhnya tak mungkin juga terlihat karena terendam di sungai , kebetulan sugai itu agak keruh karena hujan kemarin.

“Ini tolong di jemurkan dik Andy. “TIni menyodorkan kain dan bajunya agar andyu Menjemurnya di bebatuan.

“Yasudah kalian teruskan mandi nya ,,, mba sambil nyuci aja.” Kata Tini.

Sambil berenam sebatas leher , Tini melanjutkan mencuci pakaian dengan hanya tangan nya di atas batu semepatan remaja itu kembeli saling siram , bernyanyi dan berteriak – teriak gembira menikmati dingin nya air sungi dengan jarak menjauh dari Tini karena tak ingin menganggu nya.

Willy melihat ke arah TIni yang membelakangi mereka , pikiran nya tiba – tiba teringa flim porno milik ayah nya yang pernah di tonton nya dengan diam – diam , selama ini ia hanya bisa membayangkan bagaimana bentuk tubuh wanita bugil yang di lihat secara langsung , ia mulai membayangkan tubuh telanjang Tini di balik air sungai.

“Masih lama nyuci nya mbak .? ” sapa Willy dari belakang Tini.

“Eh adik Willy ngagetin aja , ini celana kalian kok kotor banget sih , jadi lama bersihin nya.” Tini sampai kaget melihat kehadiran Willy.

“Sini saya bantuin saja mba..” Willy meraih tangan Tini di batu sisi sungai.

“Tidak apa – apa kok dik ,… kamu mandi saja sana , nanti saya di marahi bapak . Kan saya disuruh untuk membantu kalian.”:  Tini berusaha menahan tangan Willy yang hendal mengambil sikat dan celana panjang yang sedang di cuci Tini.

Mereka saling rebutan , dan hal ini justru membuat tubuh Willy menyentuh tubuh Tiuni yang smaa – sama telanjang , Tini merasakan getaran saat sikut Willy menyenggol susu nya , ia baru sadar kalau keadaan nya sedang bugil.

“Uhh..maaf yah mba….. saya tidak sengaja ,, kena deh itu nya ” Willy pura – pura malu , tapi tubuh nya tidak menjauh dari Tini.

“Eh… tidak apa dik ,,, asal jangan di sengaja yah ga baik itu ” kata Tini seolah menikmati.

“Emmm mba saya boleh tanya gak tapi jangan marah yah ?” ucap Willy.

“Tanya apa sih emang nya ?” jawab Tini sambil berbalik membelakangi Willy dan kembali sibuk menyikat celana yang sedang di cuci nya.

“Emmm…apa kria – kira itu nya cewe di desa sama dengan cewe kota ya ? ” Willy melanjutnya terbata – bata .

“Ihhh..adik Willy ini … itu apa nya ?  susunya maksud adik ? ” Tini berbalik lagi mengahadap ke arah  Willy.

“Yah sama saja dong … itu nya dik Willy juga sama saja dengan remaja di kampung sini kan.” jawab Tini.

“Emm anu mbak … maksud saya”

Kocokan Maut Sang Wanita Desa

“Hayoo… udah pernah ngintip cewe mandi ya.?  Ucap Tini yang membuat Willy salah tingkah dan semakin malu tapi ia merasakan pancingan nya sudah mulai mengena pada Tini.

“Ahh tidak kok … saya malahan belum pernah lihat cewe bugil , hanya pernah di pelajaran saja itu pun liat gambar nya saja mba , makanya saya penasaran mba..”

“Yasudah dik kalau gitu mba liatin susu mba gimana ?” Tanya Tini.

“Emmm… mau mba tapi mba Tini tidak marah kan.” ucap Willy dengan senang.

Tini tersenyum dan beranjak ke sisi sungai yang lebih dangkal agar tubuh atasnya terlihat , ia kemudian berdiri bersandar di batu , mata Willy seperti nya ingin melompat keluar melihat susu indah yang ada di hadapn nya dan berwarna kuning dengan puting coklat mudah.

“Tuh sudah lihat kan ..” ucap Tini .

“Tunggu bentar lagi mbak…. boleh saya pegang ga mba… ?” ucap Willy , tangan nya lalu memegang susu Tini- mulai dari pangkalnya diraba hingga puting susu nya di jepit dengan dua jari.

“Emmm… gimana , sudah yah dik sama saja di gambar kan ?”:  Tini merasa merinding di sentuh susunya , karena selama 4 tahun ini tidak pernah lagi merasakan nya sejak di tinggal oleh suami nya.

Mata Tini mengawasi teman – teman nya , jangan sampai kejadian ini terlihat oleh teman – teman nya . Tetapi dirinya lega , teman lainnya cukup jauh dan terhaang pandangan nya dengan batu di tengah sungai. Saat Tini sibuk mengawasi teman – teman nya , Willy memanfaatkan kesempatan itu , diri nya semakin nekat untuk meremas nenen nya.

“Mba Tini… kok rasanya kenyal gitu yah ” ucap Willy sambil terus meremas puting Tini.

“Emmm sudah ahh dik .. sudah yah …” ucap Tini sambil menepis tangan Willy.

“Emnmm… yah enakk dihh… sama enaknya …” tubuh Tini mulai menggelinjang di permainakan gatal dan geli di vagina nya.

“Terus gimana selesai nya mba,,, kalau burung saya bersarang di sarang nya nanti.?  Willy terus bertanya penasaran , pikiran nya sudah melayang ke flim porrno yang pernha di tonton nya.

“Emmm kalau burung nya sudah masuk ke dalam sarang nya nanti buruk nya bisa loncat – loncat di dalam terus kalau udah mau selesai dia keluar air. ” Tini semakin terangsang dengan pertanyaan Willy.

“Ahhh…ssttt geli banget mba… kayak mau kencing nih … auuhh…mba…. enak juga kan ,.?  Willy mengeluh merasakan kedutan di batang penis nya.

“Iyah dikk… eesshhhh enak juga …..ahhkkss…. keluaarinn aja kencingnya ga usah di tahan …”Tini merasakan tubuh Willy mulai menegang dan crroott crrott semburan sperma Willy muncrat di tangan nya.

Tini sudah di penuhi dengan nafsu , pinggul nya bergoyang agar bisa lebih merasakan gosokan tangan Willy di vagina nya. Tapi sebelum ia klimask Tini mendengar suara teman – teman Willy mendekat , ia segera menyudahi aksinaya dan kembali beranjak kesungai yang lebih dalam agar tubuh nya terbenam lagi.

“Ehh….. makasih ya mba sudah ngajari saya , jangan bilangin ke yang lainnya yah mbak” Willy malu menghampiri Tini kemudian naik ke pinggir sungai dan menggunakan pakaian.

Tinii mengangguk , ia sendiri sangat malu menyadari apa yang baru saja terjadi , tetapi klimaks yang belum sempat di raih membuat pikiran Tini jadi tidak karuan pada saat itu. Andy , Willy dan Riko sudah berkumpul dan sudah menggunakan pakaian , Tini menyuruh mereka balik ke tenda duluan untuk meninggalkan nya agar tidak terlihat saat itu naik ke pinggir sungai.

Semoga Cerita Dewasa yang Cerita69.asia bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih… Salam Crot ( Cerita69.asia)

2 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *