Main Sama Orang Tua Tiriku Part 1

Main Sama Orang Tua Tiriku Part 1

Main Sama Orang Tua Tiriku Part 1 – Cerita Mesum kali ini situs Cerita69.asia akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Main Sama Orang Tua Tiriku Part 1  ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Marni adalah gadis mudah yang cantik , usianya baru menginjak tujuh belas tahun dia hidup bersama ibu dan ayah tirinya . Ayah kandung nya telah meninggal dunia sejak 2 tahun yang lalu , rupanya ayah tirinya yang baru berusia 30 tahun itu telah lama menaruh rasa penasaran untuk mencicipi gadis perawan yang masih polos itu. Sang ayah tiri menelan ludah setiap melihat pinggang , pinggul dan pantat Marni yang indah dan juga seksi , apa lagi bila Marni sedang berjongkok mengepel dengan menggunakan pakaian seadanya , wow , Daus menatap matanya.

Timbul lah godaan untuk menyaksikan tubuh sang anak tiri yang indah polos tanpa menggunakan pakaian , Daus mendapat akal , suatu hari ketika Marni dan ibu nya sedang keluar rumah , Daus bekerja keras membuat lubang kecil di dinding kamar mandi yang hanya terbuat dari papan,

Suatu hari ketika Marni hendak pergi mandi Daus bersiap menunggu sambil mengintip dari lubang kamar mandi yang telah di buat nya , Marni masuk kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk melilit tubuh nya , setelah mengunci pintu kamar mandi dengan tanpa ragu Marni melepaskan handuk nya , Daus menelan ludah melihat pemandangan indah yang terpampang di depan matanya , pemandangan yang indah berasal dari tubuh anak tirinya.

Tubuh nya yang begitu padat , ramping dan mulus itu membuat nafsu Daus begejolak , apa lagi sepasang payudara yang begitu mulus dengan sepasang puting susu bewarna merah jambu menghiasi indah puncak payudara yang sekal itu. Mata daus melirik ke arah selangkangan gadis itu tampak bulu – bulu halus indah menghias di sekitar belahan kemaluan perawan itu yang membukit rapat . Semua itu membuat dada Daus bergetar menahan nafsu , membuat nya semakin penasaran ingin menikmati keindahan ynag sedang termapang di depan mata nya itu. Daus tahu Marni sering keluar dari kamar nya pada malam hari untuk buang air kecil.

Pada malam selanjut nya , dia dengan sabar untuk menunggu. Begitu marni memasuki kamar mandi , Daus langsung saja memasuki kamar Marni , Daus menunggu dengan jantung yang berdebar kencang , begitu Marni masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu Daus muncul dari balik lemari . Marni terkejut , mulutnya menganga , buru – buru Daus memberikan kode kepada Marni agar tidak berteriak , tetapi Daus dengan cepat menutup mulutnya.

“Jangan menjerit” , Daus mengancam.

Marni semakin ketakutan , badan nya gemetar. Daus memeluk gadis yang masih perawan itu , menciumi bibir nya bertubi – tubi. Marni terengah – engah. ” Jangan takut , nanti ku beri uang” , kata Daus dengan nafas yang menggebu – gebu , bibir Marni terus di ciumi , gadis itu memenjamkan matanya , merasakan nikmat dengan mulut yang terbuka. Tanpa sadar , rontaan Marni mulai melemah , bahkan kedua lengan nya memeluk Daus. Sekilas terbayang adengan di buku porno yang pernah di lihat nya.

Alangkah bahagia nya Daus ketika Marni mulai membalas ciuman nya dengan tak kalah gencar nya. “Pak , pak jangan…!!” , walau pun mulut nya berkata jangan , tetapi Marni tidak memberikan perlawanan ketika gaunnya di lepas. Dalam sekejab saja , Marni hanya mengenakan bh dan celana dalam saja , itu pun tidak bertahan lama. Daus mencopoti baju nya sendiri. Marni menghambur ke tempat tidur ddan menutupo seluruh tubuh nya dengan selimut , Marni menghadap ke dinding menuggu dengan dada yang bergetar , di dalam hatinya terjadi pertentangan antara dan keinginan untuk mempertahankan keperawanan nya , namun memang nafsu lah yang menang. Selimut yang menutupi tubuh nya di tarik , Marni di peluk dari belakang dan di rasakan hangat nya kontol milik Daus  yang menempel dan menggesek – gesek di belahan pantatnya , Marni mengigil.

Dengan bernafsu Daus menciumi vagina Marni , gadis itu menggelinjang – gelinjang merasakan rasa nikmat yang menyelusup ke pori – pori nya . Daus membalikkan tubuh Marni hingga telentang , gadis itu meronta hendak ingin melepaskan diri , Daus menahan nya , tangan nya meraba – raba bongkahan payudara Marni. Dada yang mulus dan sehat , yang selama beberapa hari ini mengisi khayalan Daus. Kembali rontaan Marni melemah , di raasakan nya kenikmatan pada payudara nya yang di ciumi dan di jilati Daus dengan secara bergantian. Payudara yang kenyal dan masih segar itu bergetar – getar , Daus membuka mulutnya dan melahap puting nya yang masih berwarna merah jambu.

Marni menjerit lirih , tetapi segera tenggalam dalam erangan kenikmatan “Pak , mmm…mmmm…,,jangan,,mmmhhh,,.

Akhirnya Marni tidak lagi memberontak apa lagi memberikan perlawanan , di biarkan payudara nya kiri dan kanan di jilati dan di hisap oleh Daus . Aroma harum yang terpancar dari tubuh perawan itu benar – benar menyegarkan , membuat rangsangan Daus semakin memuncak. Kedua payudara indah Marni semakin mengeras dan membesar , puting yang belum pernah di hisap mulut bayi itu kian indah dan sangat menawan , Daus terus mengulum secara terus menerus.

“Pak , saya… , takut”  suara Marni mendesah lembut.
“Ga usah takut , tidak akan terjadi apa – apa , nanti ku kasih uang. ” dengan nafas yang sedikit terengah – engah.
“Ibu , pak , nanti ibu bangun aaahh…ahhh..”
“akhh.., , ibu mu sudah tidak akan bangun lagi karena sudah ku beri obat tidur.”

Marni mulai mendesah lebih menggoda ketika tangan Daus mulai bermain di bukit kemaluan nya yang telah membengkak . Daus menekan – nekan bukit indah itu.

“Pantat mu hebat sekali,” bisik Daus sambil berkali – kali menelan air ludah nya , tangan Daus menguak belahan pantat nya itu . Marni yang semula menutup paha nya rapat – rapat itu kini mulai mebiarkan nya terbuka. Sentuhan – sentuhan tangan Daus yang romantis mendatangkan rasa nikmat yang tiada tara , apa lagi batang kontol nya yang sudah mengaceng itu , menggesek – gesek hangat di paha Marni dan berdenyut – denyut. Sebenar nya Marni ingin sekali untuk menggenggam batang kontol nya yang besar itu.

Sementara itu Daus menggosok – gosokan tangan nya ke pantat nya dan vagina nya yang telah di tumbuhi rambut – rambut halus yang indah menghiasi vagina nya itu. “emmm…emmhhhh..ahhh….ahhh..” mata Marni melek meren dan pahanya pun membuka. Daus menggesek – gesekkan kepala kontol nya di bibir vagina Marni yang masih rapat walau sudah di kangkangkan. Secara naluri Marni menggenggam batang kontol Daus , ia merasa jengah , kedua nya saling berpandangan , Marni malu sekali dan akan menarik kembali tangan nya tetapi di tahan oleh Daus , sambil tersenyum. Lelaki yang cukup menawan itu berkata , “Gak apa – apa , Marni”! Pegang aja sayang , berbuat lah sesuka hatimu.  Dan dengan dada yang berdegup kencang Marni tetap menggenggam batang kontol nya yang lumayan besar itu. Daus merem melek menikmati belaian dan remasan lembuh pada batang kontol nya , sementara itu tangan Daus sudah mulai berpetualang di dalam bagian kemaluan nya Marni , gadis itu menjerit kecil berkali – kali. Bagian dalam vagina nya sudah basah dan licin , ujung jari Daus menyentuh vagina Marni . Marni menggelinjang – gelinjang dengan hebatnya.

“Bagaiman , Mar. ?  tanya Daus.
“Enaakh…pak.”! jawab Marni.

Daus semakin melancarkan serangan nya ke vagina Marni dengan jari tengah nya. Kemudian Daus menundukkan kepalanya ke arah vagina Marni , di pandangi nya vagina nya yang begitu indah dan bersih , menampakkan bagian dalam nya yang kemerahan dan licin. Daus mengukkan bibir – bibir kemaluan nya itu , maka kelihatan lah klitoris nya , mengintip dari balik bibir – bibir kemaluan Marni , Daus tidak bisa menahan dirinya lagi , di ciumni nya klitoris Marni dengan penuh nafsu. Marni menjerit kecil.

“Kenapa Marni sayang ? sakit ? , tanya Daus di sela – sela aktivitas nya.

Marni menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kaki nay . Dengan begitu nafsu daus , melilit dan membelai klitoris nya. Marni semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Daus , tiba – tiba di rasakan nya dinding bagian dalam vagina nya berdenyut – denyut serta seluruh tubuh nya terasa menegang dan bersamaan dengan itu dan ia merasakan sesuatu seperti akan menyemburkan cairan dari bagian kemaluan nya yang paling dalam.

“Aaaakhhh……uuugghhhh….ppakkk”! Marni mendesah seiring menyemburkan cairan dari dasar vagina nya , sementara Daus terus menjilati vagina Marni bahkan Daus menghidap cairan yang licin dan kental yang menyembur dari vagina Marni masih suci itu , dan menelan nya.

“Sungguh nikmat air manimu mar” , bisik Daus mesra di telinga Marni , sementara Marni memandang memelas ke arah Daus , dan Daus mengerti apa yang di inginkan gadis kecil itu , karena ia pun sudah tidak tahan seperti Marni. Batang kontol nya sudah keras sekali , besar dan sangat panjang. Sedangkan vagina marni sudah berdenyut – denyut ingin sekali dimasuki kontol Daus yang lumayan besar,

Main Sama Orang Tua Tiriku Part 1

Maka Daus pun mengatur posisi nya di atas tubuh Marni  , mata Marni terpejam , menantikan saat – saat mendebarkan itu. Batang kontol Daus pun mulai menggesek dari sudut ke sudut , menyentuh klitoris Marni. Marni memeluk dan membalas mencium bibir ayah tirinya , dan akhirnya kontol Daus sudah mulai mencapai mulut lubang vagina Marni yang masih sempit itu , Daus pun menekan pantatnya Marni menjerit bagaikan kesetanan , iaa memeluk dengan kuat.

“Pakkk….oouukkkhhh……aaakkkhhh…..ssakkiitittt…pppaakkk..”  . Marni merintih kesakitan , pecahlah sudah selaput perawan nya itu , sedangkan Daus tidak menghiarukan nya ia terus saja menyodokkan seluruh kontol nya dengan perlahan dan menarik nay dengan perlahan pula , ini dilakukan nya berulang kali. Sementara Marni mulai merasakan sebuah kenikmatan yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya .

“Goyang kan pantat mu maju mundur sayang …” pinta Daus sambil tetap menggoyangkan pantat nya.
“Ekhhhh….aaakkkhhh….uhhhh…..aaaauuhhhh….” jawab Marni dengan mendesah. Kini marni menggoyangkan pantat nya.
“Tee…rrrruisss….aahhhh…..ahhhh…ohhhh….aauuhhhhgkkkk…” desah Marni dan Daus semakin cepat mengocok vagina Marni dengan kontol nya , semakin cepat pula goyangan pantat Marni untuk bisa mengimbangi nya “Ouhhgggghhh….ssaaa….sssaayyyaa…mmmaauu….keellluuaar..ppakk.”
“Tahan ….. sayang ….opoooouhhhh.”

Daus mulai mengejang , dia pun hampir mencapai masa klimaksnya. “Agghhhh.”  jerit Marni sambil menekan pantat nya dasu dengan kedua kaki nya ketika ia mencapai puncak kenikmatan nya.

Bersamaan dengan tekanan kaki Marni , Daus menyodokan kontol nya sedalam – dalam nya sambil mengerang kenikamtan  “uhhhh….oouhhh.” Crrott ….crrottt…crotttt..” keluarlah cairan mani Daus membasahi lobang vagina Marni yang sudah di banjiri oleh air mani Marni.

Mereka pun sama – sama mencapai puncak kenikmatannya , kedua nya tertidur lemas tak berdaya dalam kenikmatan yang laur biasa dengan posisi tubuh Daus masih menindih Marni dan kontol nya masih terbenam di dalam lobang vagina Marni.

Semoga Cerita Dewasa yang Cerita69.asia bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih… Salam Crot ( Cerita69.asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *