Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme

Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme

Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme  – Cerita Seks kali ini situs Cerita69.asia akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme – ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Pada hari itu sewaktu jam kerja aku bertemu dengan nya di pintu masuk , masih sama seperti hari – hari yang sebelum nya aku dan dia saling membalas senyuman dan saling mengucapkan selamat pagi. Terkadang aku merasa lucu karena kita sudah berkenalan beberapa tahun tetapi masih melakukan kebiasaan itu yah mau gimana lagi karena Lilis orang nya emang kek gitu ya aku pun terbawa suasana , aku sering bertanya – tanya apakah tingkah laku yang seperti itu hanya untuk menjaga jarak dengan orang di sedkitar nya atau dia memang sudah biasa seperti itu.

Ataukah mungkin waktu itu aku sedang bermimpi ? Tepat di pintu masuk entah apa penyebab nay tiba –  tiba saja Lilis seperti akan terjatuh dan langsung saja aku menangkap badan nya hanya untuk menolong nya agar tidak jatuh ke bawah lantai- tapi tidak sengaja tangan ku menyentuh buah dada nya.

Setelah dia sudah berdiri , Lilis melihat kearah ku sambil tersenyum , dan menurut ku itu adalah suatu senyuman yang sangat spesial dan sangat indah dan jujur saja aku tidak pernah melihat senyuman indah yang seperti dia.

“Makasih pak karena sudah menolong saya.”

“Yah , tidak apa – apa , oh yah maaf tadi tidak sengaja menyentuh nya Lis”

” Tidak apa – apa kok pak. “

Dan pada saat itu aku jadi sering kepikiran kejadian itu , walau sebenar nya aku tidak ingin memikirkan kejadian pagi tadi , tapi tetap saja aku merasa malu dan merasa berasalah karena tidak sengaja menyentuh buah dada nya. Sewaktu jam kerjaw ku liat melalui pintu kaca di ruangan ku seperti nay dia jgua memikirkan kejadian tadi pagi , untung saja tadi tidak ada orang yang melihat kejadian itu , kalau saja ada orang yang melihat pasti dia akan malu sekali.

Aku kembali bekerja seperti biasanya yang menguras tenaga , sudah menjadi sebuah kebiasaan melihat lukisan yang ku tempelan di pintu  untuk  menghilangkan rasa bosan dan rasa lelah pada hari itu , kemudian ku lihat Lilis memandang kearah ku . Lilis membuang senyuman manis nya kearah ku tapi aneh nya aku merasa heran sebenar nya apa yang terjadi sama Lilis .

Mungkin saja aku yang kepedean atau bisa jadi dia sifatnya jadi berubah karena kejadian tadi pagi ah ngapain juga aku pikiran kali. Sewaktu jam makan siang kami semua berkumpul di kantin  yang ada di dalam kantor itu dan sangat kebetulan sewaktu aku mencari temapt duudk ternyata kursi kosong ada di sebelah LIlis dan akhirnya aku duduk di sebelah nya dan menyantap makanan yang sudah ku ambil.

 

Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme

Setelah selesai menyantap makanan , kebiasaan kami mengobrol sambil menunggu jam istirahat habis , karena aku duduk di sebelah dia jadi aku ngobrol sama ia padahal sebelum nya aku males ngobrol sama dia.

“Gimana kabar suami mu Lis? ” aku membuka percayakapan.

” Baik kok pak”

” Terus gimana sama kerjaan nya ? masih di tempat yang dulu?”

” Sekarang sedang meneruskan pelajaran di amerika , baru berangkat satu bulan yang lalu”

“Oh begitu , baru tahu aku kalau suami mu belajar di amerika.”

” Mau lebih pintar katanya pak .”

” Ya bagus lah kalau gitu , kan nantinya juga untuk masa depan kalian berdua.”

“Iyah pak.”

Setelah jam istirahat selesai semuanya kembali ke ruangan masing – masing untuk meneruskan kerjaan yang tadinya sempat terlambat , aku pun kembali bekerja seperti biasanya.

Pukul setengah enam aku bertujuan beres – beres karena lelah kerja terus , tanpa sengaja aku liat kearah pintu ternyata Lilis masih ada di balik meja nya , setelah semua beres aku keluar dari ruangan dan  bermaksud untuk pulang  , aku melewati meja nya dan iseng aku nyapa dia.

” Kok tumben jam segini belum beres – beres ? “

” Iyah pak , ini baru mau beres  – beres pak , banyak kerjaan hari ini.”

Aku merasakan gaya bicaranya lain hari ini , tak seperti hari – hari sebelum nya yang bicara selalu kedengaran resmio , yang menimbulkan rasa tak akrab.

” Yasudah kalau gitu kita pulang bareng saja , ” Aku menawarkan tumpangan untuk nya.

” Tidak usah pak , biar aku pulang sendirian saja.”

“Tidak apa – apa , ayok kita bareng aja ini juga udah malam.”

“Baiklah pak kalau begitu.”

Sambil berjalan menujut tempat parkir kembali ku tawarkan jasa yang walaupun sebetul nya niatnya hanya iseng saja.

” GImana kalau Lilis bareng aku saja , kita kan searah.”

” Tidak usah deh pak , biar aku pulang naik angkutan umum saja.”

” Lah , jangan gitu , ini kan sudah malam , tidak baik anak perempuan jalan sendiri malam – malam/”

” Baik lah kalau begitu pak.”

Di sepanjang perjalanan yang di lalui kami tidak banyak bicara sampai pada akhirnya ku perhatikan di agak berbeda , dia kelihatan lebih murung , dalam hati ku bertanya – tanya ada apa saja wanita ini.

” Loh kok kelihatan nya murung , kenapa Lis .?  ” tanya ku agak penasaran.

” Gak apa – apa pak.”

” Gak apa – apa kok ngelamun gitu aja sih pak , perlu teman ngobrol . ? tanya ku memancing.

” Gak usah ah pak , malu.”

” Kok malu sih , gak apa – apa kok , ngobrol aja aku dengerin , kalau bisa mungkin aku akan bantu.”

” Susah mulai nya pak , soalnya ini terlalu pribadi pak.”

” Baik lah kalau tidak mau ya tidak apa – apa aku tidak memaksa nya.”

” Tapi sebetul nya memang aku perlu seorang teman untuk ngobrol tentang masalah ini.”

” Yaudah kalau gitu bi-lang aja sama aku , rahasia di jamin kok”

“Ini soal suami ku pak.”

” Kenapa sama suami mu ?”

” Itu yang bikin aku malu untuk melanjutkan nya pak.”

” Tidak usah malu , kan udah ku bilang di jamin kerahasiaan nya kalau Lilis ngobrol ke aku.”

” Emmm,, aku sering baca buku – buku mengenai hubungan suami istri.

” Trus kenapa ?”

” Aku baca , akhir dari hubungan badan antara suami istiri yang bagus adalah orgasme yang di alami oleh keduannya.”

” Terus letak permasalahan nya dimana Lis.”?

” Mengenai orgasme , aku sampai dengan waktu ini aku hanya sempat membacanya tanpa pernah merasakan nya hingga saat ini “

Aku sama sekali tidak pernah berfikiran kalau pembicaraan nya akan mengarah kesana , dalam hati ku bertanya – tanya . masa sih sudah menikah hampir 2 tahun lama nya tidak pernah merasakan yang namanya orgasme.

“Masa sih Lis kamu belum pernah mengalami yang namanya orgasme seperti yang barusan kamu ceritain?”

“Beneran pak , karena aku bicara kan masalah ini sama bapak mungkin bapak bisa mengasih saya masukan karena ini kan seperti nya masalah laki – laki.”

” Yah bagaimana yah , sekarang kan suami Lilis lagi ke amerika , seharus nya waktu suami Lilis ada pergi ke ahlinya untuk membiacarakan masalah ini.”

” Sudah sering aku mengajak dia , tapi dia menolak dan kalau aku membicarakan hal itu hanya akan membuat pertengkaran dalam rumah tangga kami.”

Tanpa terasa hari sudah mulai gelap dan sudah jam 9 malam dan tanpa terasa pula kami sudah sampai di depan rumah Lilis , aku berniat mengantar dia hingga depan pintu rumah nya.

” Tidak apa – apa pak , biar aku sendiri saja.”

” Sudah lah tidak apa – apa biar aku antar hingga depan pintu.”

Tiba – tiba saja , kaki ku menginjak sesuatu yang lembek dan hampir saja aku terpeleset karena hari sudah mulai gelap dan tidak ada lampu di depan rumah nya. Sampai di teras rumah nya ku lihat kaki ku , ternyata yang ku injak tadi adalah kotoran hewan , sampai – sampai sepatu ku terkena setengah nya.

“Gimana itu sama kaki nya.”

” Tidak apa – apa , nanti biar aku bersihin aja kalau udah sampe rumah.”

” Di cuci di dalam aja pak , nanti ga enak bau nya di cium orang pak.”

” Yasudah , kalau gitu aku cuci di sini aja .”

Setelah ku bersihkan kaki , ku di persilahkan duduk di ruang tamu nya , dan ternyata dia sudah menunggu dengan membuatkan kopi hangat , serta kami pun berbincang lagi sambil menunggu kaki ku kering.

” Oh yah Lis , soal yang tadi kamu ceritakan ke aku , cara untuk mengatasi nya gimana ?”

” Aku aja bingung pak harus bagaimana lagi .”

Mendengar ucapan nya otak ku mulai bermunculan pikiran kotor.

“Bagaimana kalau nanti aku kasih apa yang kamu inginkan.”

” Emang nya apa yang aku inginkan pak ?”

“Tadi yang kami bicarakan di perjalanan , yang kamu bilang belum pernah ngerasain.”

” Ah bisa aja sih bapak “

“Serius ini , aku bersedia wujudin keinginan kamu.”

Dia melamun mendengar perkataan ku , melihat dia yang sedang melamun aku berpikir kenapa juga harus menunggu hari esok , kenapa tidak sekarang aja mumpung ada peluang emas.

Ku dekati Lilis , ku raih tangan nya  , Lilis terkejut sambil menatap kearahku dengan penuh tanda tanya , ku dekatkan wajah ku dan ku cium pipi sebelah kanan nya , dia hanya terdiam dan tidak bereaksi.

Kemudian ku ciumi bibir tipis nya , dia menarik nafas dalam – dalam entah apa yang ada di dalam pikiran nya tetapi dia diam saja , kulanjutkan ciuman ku , bibir kami saling menempel dan ku liaht di begitu menikmati ciuman ini.

Dalam posisi terduduk , tangan ku bisa bergerak bebas di daerah dadanya dia malah bergerak maju seakan – akan menyodor kan dada nya untuk ku remas – remas.

Kuremas dadanya dari luar baju nya , tangna kiri nya membuka kancing baju bagian atas nya kemudian membimbing tangan kanan ku untuk masuk ek dalam BH nya , ya ampun benar – benar udah ga tahan dia rupanya.

Ku leaps tangan dan bibirku dari badan nya , aku berpindah posisi bersadar pada pegangan sofa tempat ku duduk dan membuak kaki ku lebar – lebar.

Ku tarik dia untuk duduk membelakangi ku , dari belakang ku buka baju dan BH nya yang waktu itu sudah nempel ga karuan , ku ciumi lehernya dari belakang , dan tangna kiri ku memegang payudara nya dan dia bersandar ke bandaku  seperti lemas tak memiliki tenaga untuk menopang badan nya sendiri dan mulai kuremas payudaranya sambil ku ciumi tengkuk nya .

Membuat Karyawanku Merasakan Orgasme

Setelah cukup lama meremas buah dadanya tangan kiriku mulai berpindah kebawah menyusuri bagian perutnya dan berhenti di tengah selangkangannya, dia melenguh waktu kuraba bagian itu.

Ku angkat roknya dan tanganku langsung masuk ke celana dalamnya, kutemukan sesuatu yg hangat dan terasa lembab disana, sudah basah rupanya , kutekan klitorisnya dgn jari tengah tangan kiriku.

” Uhhh…eeehh…”

Aku semakin bernafsu mendengar desahan nya dan ku masukan jariku ke dalam vagina nya , suaranya semakin menjadi – jadi . Ku keluar masukkan jariku di vagina nya . badan nya semakin melenting seperti batang plastik kepanasan , terus ku gobel – goble semakin cepat badan nya bergetar menerima perlakuan ku , dua puluh menit lama nya ku lakukan itu dan akhirnya keluar suara dari mulut nya.

” Udah dulu yah pak , aku ga tahan pengen pipis “

” Jangan di tahan , biarkan saja lepas.”

” Aduh pak , ga tahan , Lilis mau pipis ….uuhhh…uuhh,…”

Tubuh nya semakin bergetar , dan akhirnya .

“Aahh…uhhh…”

Badan nya mengejang beberapa waktu sebelum pada akhir nya dia lemas bersender ke dadaku.

“Bagaimana Lis rasanya .?

” Enak pak.”

Ku lihat air matanya keluar.

” Kenapa kamu menangis Lis .”

Dia diam saja dan tidak berkata apa – apa .

” Apakah kamu menyesal sudah melakukan ini,? ” tanyaku.

” Bukan pak .”

“Lalu,.?”

” Aku merasa bahagia , akhirnya aku dapat apa yang ku inginkan selama ini  yang seharus nya tidak kurasakan dengan orang lain , melainkan dari suami ku sendiri..

“Oh baiklah.”

Beberapa saat kami saling terdiam sampai aku lupa bahwa jari tengah ku masih berdiam diri di dalam vagina nya dan aku cabut perlahan , dia menggeliat waktu ku keluarkan jari tengha ku , dan aku masih merasa heran dengan kata – kata terakhir yang keluar dari dalam mulut nya , benar ternyata Lilis belum pernah merasakan yang namanya orgasme.

Semoga Cerita Dewasa yang Cerita69.asia bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih… Salam Crot ( Cerita69.asia)

6 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *