Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng

Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng

Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng – Cerita Ngentot kali ini situs Cerita69.asia akan melanjutkan cerita seks dewasa yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng – ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Pada cerita kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman ngentot dari pengusaha yah kita sebut saja namanya Wawan , pengusaha ini sudah mempunyai banyak pengalaman ngentot dengan berbagai wanita sebelum nya menjadikan di berfikir tidak sehat . Karena Wawan ketagihan ngentot bisa – bisa seorang perempuan yang sudah paruh baya itu tidak berdaya saat di jadikan pelampiasan nafsu bejat nya itu , benar – benar sudah tidak waras. Mau tahu apa kelanjutan nya ? Maka tidak perlu lama – lama lagi baca dan simak baik – baik dan sediakan tisu hehehe.

Perkenalkan diri ku terlebih dahulu , nama saya Wawan dan aku seorang pengusaha muda yang baru saja menginjak umur 25 tahun dan di usiaku yang masih mudah ini aku terbilang seorang pengusaha mudah yang lagi naiok daun . Sebelum nya saya mohon maaf jika saya tahu terlalu berlebihan dalam mendeskripsiklan diri saya , tapi ya mauy gimana lagi karena memang ini yang terjadi , jika di bandingkan dengan teman – teman ku yang ada di kampung , aku memang jauh lebih sukses dari pada mereka yang berada disana.

Pada sekarang ini aku mempunyai semua nya di dalam kehidupan ku saat ini , karena aku menekuni usahaku dengan menjual beli hewan ternaik , dan motor serta mobil yang baru aku beli saat ini , serta sekarang – sekarang ini aku juga menjalani binsis jual beli hasil bumi dari para penggali dari gunung , hingga dalam seminggu aku harus beberapa kali pergi ke pasar induk karena harus mengantar pesanan hasil bumi ke beberapa pedang di sana . Nah dari sini lah awal dari kisah seks yang akan saya ceritakan untuk kalian semua.

Jika kita berbicara tentang hubungan intim pada saat ini bukanlah sebuah hal yang baru aku kenal , karena pada saat aku duduk di bangku sekolah , saat ku liah dan hingga saat ini pengalaman bercintaku sudah tidak bisa di hitung oleh jari tangan lagi karena sudah sangat banyak sekali aku melakukan hubungan intim dan aku sudah melakukan hubungan intim ini dengna mantan pacar ku , teman sekolah , teman kuliah , bahkan tante tante yang ku kenal lewat jejaring sosial facebook. Aku juga pernah melakukan hubungan seks ini dengan lonte – lonte yang masih belum berpengalaman hingga goyangan nya yang paling mantap , pokok nya ga bisa di hitung lagi deh.

Ditambah lagi dengan usaha ku yang pada sekarang ini sudah berkembang dengan sangat maju , karena itu lah tingkat kepercayaan diriku pun semakin besar , selain aku seorang pemuda yang mempunyai usaha yang terbilang sukses aku juga memiliki wajah yang menawan dan mempunyai tata bahasa yang bisa menghambil hati wanita dan membuat mereka jatuh cinta kepadaku.

Pada hari itu , aku meluangkan waktu untuk duduk di sebuah warung nasi yang bertempat tidak jauh dari pasar induk , pada saat itu aku telah selesai mengantar pesanan hasil bumi suasana begitu sepi , jika biasanya pada siang hari yang panas seperti ini tempat ini sangat ramai dengan angkutan pedesaan yang mangkal untuk menunggu penumpang. Inilah awal mulah kisah seks ku dengan seorang nenek tua penjual pisang.

” Permisi mas , maaf saya ingin bertanya mas apa masih ada angkutan pada siang hari mas ?” seorang nenek bertanya sembari melangkah ke arah ku .

Pada saat itu kebetulan hanya ada aku dan penjual nasi kucing saja.

“Maaf mbah segini sudah tidak ada angkutan mbah” kata bapak penjual menjawab pertanyaan nenek itu.

“Lah itu ada mas ?” ucap nenek itu sambil menjunuk ke arah mobil ku.

“Ohhh , mobil itu milik anak muda ini nek , mas ini bukan mangkal disini nek , tapi mas ini sedang makan nek ” ucap bapak – bapak penjual nasi itu.

“Jika begitu saya terlambat dong sampe rumah nanti” kata nenek itu yang terlihat kebingungan dan juga merasa cemas.

“Emang nya rumah nenek di mana yah ? kok nenek bilang kemalaman , membang nya nenek dari tadi kemana saja. ? ” kata bapak penjual nasi kembali bertanya karena kasih kepada nenek tua tersebut.

“Rumah saya di Purwokerto mas , tadi saya kesini untuk menjual pisang hasil panen dari rumah saja mas , sekalian ingin berjalan – jalan ke pasar ” ucap nenek tua tersebut.

“Ayok nek syaa antar ..”

Aku langsung menawarkan diri dan segera membayar nasi dan gorengan yang ku makan tadi dan bapak itu pun heran melihat ku menawarkan kendaraan untuk nenek itu.

Selama di perjalanan aku mengetahu bahwa nek Ratmi saat ini sendirian di rumah , suaminya yang sudah lama meninggal dunia dan anak perempuan nya merantau ke jakarta karena bekerja sebagai asisten rumah tangga . Pada saat itu masih banyak lagi hingga obrolan kami sampai pada akhirnya kami sampai pada percakapan dari semua ini.

 

Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng

“Mohon maaf mas , sebelum nya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih sama mas , karena mas sudah berbaik hati ingin mengantarkan nenek pulang , sekali lagi nenek mengucapkan trima kasih yah mas , oh iya maaf nenek cuma punya ini mas .”

Nek Ratmi sedikit membelakangi ku dan kemudian sambil mengasihkan selembar uang 5.000 kemudian aku hanya bisa senyum melihat nya dan pada saat itu pula pikiran bejat ku muncul , aku segera berhentikan mobil ku yang kebetulan pada saat itu kami sudah berada di dalam hutan dan daerah sini juga terkenal berbahaya . Lalu aku pun mulai mengeluarkan uang 50.000 untuk nek Ratmi.

“Uang itu di simpan saja nek , saya ikhlas kok nganterin nenek pulang … ini saya juga ada uang buat nenek tapi ada syaratnya nek.”

“Syaratnya apa toh mas .?”

“Nenek boleh menerima uang itu kalau saja nenek bersedia ngocokin penis ku ini hehehe.”

Dari tadi aku sudah berpikir resiko apa yang ku dapatkan dari perbuatan ku kali ini , jika terjadi penolakan kecil saja kemungkinan akan menjadikan masalah yang besar buat ku. Selain nek Ratmi yang sudah tua , beliau juga tidak akan kepikiran untuk melaporkan ku ke polisi ataupun orang lain karena mungkin akan sangat merepotkan dan menjadi sebuah aib bagi beliau sendiri.

“Mas ini kok aneh – aneh aja sih , nenek kan sudah tua dan hutan ini sangat angker mas , ayo lanjutkan perjalanan lagi mas!!!”

“Jawab dulu nek , nenek mau kaga kocokin penis ku atau nenek kembaikan uang ku dan nenek turun di sini , ini sudah lumayan dekat dengan rumah nenek dan saya lebih baik memutar arah dan kembali pulang”.

Nek ratmi tidak berkata apa pun dan beberapa saat kami pun terdiam tanpa mengeluarkan suara , keadaan semakin sangat sepi , bahkan aku juga takut kalau harus lama – lama disini.

“Ayo lah mas , kita lanjutkan perjalanan lagi …”

Dan pada akhirnya nek Ratmi mengeluarkan suara setelah beberapa saat yang lalu kami berada dalam keadaan yang sama – sama gelisah aku pun mulai membuka celana kolor ku sebelum mulai melanjutkan perjalanan.

“Loh mas , mas mau apa , kenapa celana nya di buka mas ..”?

Ketika nek Ratmi mengucapkan kata DISINI aku sudah menganggap nek Ratmi sudah memberikan lampu hijau yang dapat aku anggap bahwa beliau bersedia , tetapi saat itu aku merasa khawatir jika nek Ratmi tidak paham dengan perjanjian kami tadi , atau justru ingin berniat untuk mengingkari .

“Terus kalau ga disini emang nya mau dimana nek ? ya sudah kita lanjutkan perjalanan”

Pada saat itu pun aku mengakhiri perdebatan dengan tetap celana ku terbuka lalu kemudian aku berkata kepada nek Ratmi.

“Kita jalan lagi yah nek”.

Dan aku menarik tangan Nek Ratmi yang kaku dan terasa berat karena terdapat penolakan dari nya , walaupun tenaga ku lebih kuat dari nya dan pada akhirnya , karena jarak kita yang masih sangat jauh , ku lepaskan tangan nya lalu menyisip kan tangan kiriku ke belakang punggungnya dan menarik nya agar bisa lebih dekat denganku , muka nek Ratmi tampak kaku dan menatap ke kaca depan meski saat kembali ku bimbing tangan nay agar mengocok penis ku.

Dan paa saat tangan nek Ratmi sudah memegang penis ku , aku pun kembali mengendalikan stir dan menginjak gaas dan melanjutkan perjalanan ke rumah Nek Ratmi , tangan nek Ratmi masih memegang penis ku dan aku pun mulai membawa mobil kesayanganku ini perlahan menjalani jalan yang sepi dan membelah hutan angker ini , ingin rasanya aku berhenti dan mengajak nek Ratmi untuk melakukan hubungan intim.

Tetapi berbagai pertimbangan telah membuatku mengubur niat dan mencoba untuk menikmati tangan nek Ratmi yang masih memegang penis ku ini , sesekali kulepaskan tangan kriiku dari kemudi untuk membimbing tangan nek Ratmi agar mengocok penis ku yang semakin tegang dan keras.

“Ayo dong nek …kocokin nek…”

Aku mulai ngambek seiringan dengan hawa nafsuku yang mulai membara , nek Ratmi tak berkata – kata , hanya menatap ku kemudian kembali menatap ke arah depan sambil sesekali tangan nya naik turun mengocok penis ku dengan ogah – ogahan karena kadang tangan nya berhenti bergerak meski tetap memegang penisku.

Tidak terasa kami pun hampir keluar dari area hutan yang terkenal angker itu dan sudah terlihat beberapa rumah penduduk desa , kepala ku semakin penat karena nafsu ku yang sudah sampai di ujung kepala ini di tambah lagi dengan tangan nek Ratmi yang sudah agak longgar dan kemudian melepaskan tangan nya dari penis ku , kali ini aku mencoba sabar dan mengontrol nafsu ku.

Ku berhentikan mobil ku dan menaikkan kembali celana ku sambil kulihat wajah nek Ratmi yang menunjukan perasaan yang lega mungkin dalam pikiran nya tugas dan amanat yang sudah di sembah nya telah selesai. Tapi itu tidak berlaku dengan ku , setelah mesin mobil ku matikan , ku buka laci dan ku ambil tas pinggang tempat aku biasa menyimpang uang hasil penjualan kemudian ku ambil dua gulungan uang pecahan senilai 200.000rp , di saat aku mengambil gulungan uang itu , aku memang sengaja untuk memperlihatkan nya kepada nek Ratmi.

“Nek tadi nenek jual semua pisang nya dapat hasil berapa ?”

“Emangnya kenapa mas “?

Pada saat itu juga nek Ratni balik bertanya sambil melirik ke arah tumpukan uang di dalam ransel ku.

“Emang nya nenek tadi dapat penghasilan berapa nek ?”

“Nenek tadi jual setengah tandan pisang , di karenakan setengahnya lagi untuk nenek simpan , maka nenek hanya dapat penghasilan sedikit mas , cuma 35 ribu saja ini pun untuk beli beras nenek dan persediaan selama 1 bulan.”

Nek Ratmi sedikit terkejut dan kembali memalingkan wajah nya ke kaca sambil menjawab pertanyaan ku.

“Tadi kan nenek sudah saya berikan uang 50.000 nah ini saya tambahin lagi uang buat nenek , silahkan di terima nek uang nya , lumayan buat di simpan nek.”

Ku genggam tangan nek Ratmi dan ku berihkan gulungan uang sebesar 200.000ribu itu untuk nya , sebagian dari hasil penjualan ku tadi sore di pasar dan itui bukan masalah besar bagiku , karena sekali mengantar 1 ton kedelai impir ke salah satu penjual di pasar itu aku bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga jutaan rupiah , belum lagi dari hasil usahaku yang lainnya.

“Mas , berikan saya uang sebanyak ini untuk apa mas . ? “

“Ambil saja nek itu uang saya kasih nenek untuk nenek simpan kalau saja nanti ada keperluan mendadak , nenek boleh simpan asal saya boleh ngentot dengan nenek silahkan di simpan gimana.”?

“Mas , nenek ini sudah tua loh mas , apa yang mas harapkan dari nenek? di luar sana masih banyak cewe – cewe yang masih perawan bisa di nikahi dan mas bisa ngentoti tiap hari nya.”

“Nek , ini saya tambahin lagi untuk nenek , jadi semuanya ada 500ribu nek silahkan di ambil dan di simpan saja asal saya boleh tidur sama nenek , tapi kalau sampai nanti nenek tidak mau , nenek harus kembalikan semua uang saya dan kita lupakan saja kejadian ini.”

Kemudian aku menyelipkan uang itu ke tangan nek Ratmi yang masih memegang gulungan uang yang tadinya telah aku berikan.

“Oala mas memang sudah gila ternyata.”

“Terserah nenek mau bilang apa , silahkan di ambil atau kembalikan saja nek”.

“Lanjutkan saja dulu perjalanan nya mas , yang penting kita sampai di rumah dulu mas “.

Nek Ratmi berusaha untuk mengakhiri perdebatan kami di jalan , kali ini aku beneran sudah menyerah dan kurasa memang tidak ada yang perlu untuk di ributkan lagi , apa lagi setelah ku lihat jam tangan ku ternyata sudah jam 9 malam , yang pasti setelah aku setelah aku mulai menjalankan kembali mobil ku nek Ratmi masih saja memegang uang itu.

“Nah kita sudah sampai di rumah nenek mas , mari monggo silahkan masuk ke dalam rumah mas.”

Ku lihat raut wajah nek Ratmi yang ceriah saat ia menyuruhku untuk turun dan masuk ke dalam rumah nya.

“Baik nek.”

Ku perhatikan kembali nek Ratmi yang kesusahan untuk membuka pintu mobil itu dan yang lucu nya uang yang tadi nya aku berikan pada saat itu di simpan nya di dalam kantong baju nya , dalam hati aku berkata.

“Oke lah ku ikuti semua rencana mu nek.”

Karena pada kondisi saat itu , aku mulai punya pikiran yang buruk terhadap nek Ratmi , bagaimana dengan nasib uang dan penawaran yang ku berikan.? Tetapi apa pun yang akan terjadi , aku harus bisa tidur dengan nek Ratmi. Setelah turun dari mobil dan aku di persilahkan untuk masuk. Nek Ratmi pun mandi di belakang , setelah beberapa saat ketika aku sedang duduk di ruang tamu nya datanglah tetangga nya.

“Shitt .. ada apa lagi ini..” pintaku dalam hati.

Para tetangga pun menanyakan keberadaan dan keadaan nek Ratmi kepada ku karena mereka terkejut melihat mobil yang datang dan parkir di deepan rumah nek Ratmi dan tak biasanya ada mobil yang datang ke dalam desa , apa lagi memarkirkan di halaman rumah nek Ratmi , aku sedikit lega karena kedatang para tetangga hanya untuk mengetahui keadaan dari nek Ratmi saja.

Apa lagi tak lama kemudian nek Ratmi datang dan mulai menjelaskan hal yang sama , para tetangga nya pun akjhirnya lega setelah mengetahui nya , dan mereka justru sangat berterima kasih kepadaku . Nek Ratmi juga menjelaskan kepada semua tetangga nya bahwa aku sudah sangat baik hati karena sudah menolong nya dan di persilahkan untuk menginap dalam rumah nek Ratmi karena sudah tengah malam.

Setelah menemani para tetangga dan saudara nek Ratmi sampai keluar rumah , aku langsung masuk ke dalam mobil kesayangan ku untuk mengambil keperluan ku , sekarang barang keperluan ku kini berubah menjadi pertolongan pertama pada rasa sange yang kurasakan. Memang seperti itulha adanya , selain kondom , obat perangsang dan aku hanya membutuhkan baby oil dan pelumas saja dan aku kembali ke dalam rumah.

“Silahkan mas , mas tidur di kamar anak saya saja yah sudah saya bersihkan kamar nya.”

“Nek , dengan perjanjian kita tadi bagaimana yah nek.”

Saat itu nek Ratmi tidak menjawab apa pun dan raut wajah nya berubah menjadi sedikit gugup , tanpa menunggu jawaban dari nya , aku berjalan mendekat ke arah nya , ku pegang kedua tangan nya dengan lembut dan ku usap pelan – pelan dan aku beralih ke arah dada nya , keuda payudaranya sudah jelas sangat kendor namun aku tetap merasa penasaran hingga kubuka kancing baju nya.

Perlahan ku lepas baju nya , dirinya tetap tidak berkata – kata bahkan di saat aku menciumi bibirnya yang sudah tidak ada lagi kata lembut. Dan aku langsung membuat nya bugil , ku lepaskan bh yang menutupi kedua nenen nya yang hanya berupa kulit menggantung. Pikir ku pun tidak hanya berhenti di sana , aku juga melepaskan baju nya semua.

Otomatis jika pakaian nek Ratmi terbuka semnua , sehingga keliatan lah liang vagina nya yang di tumbuhi rambut panjang tetapi hanya sedikit , dan tidak kusangka pada saat itu nek Ratmi tidak menggunakan celana dalam , tetapi aku sudah tidak peduli lagi , yang ku pedulikan saat ini adalah nenek dengan tubuh bugil di depan ku.

 

Ngentot Dengan Nenek Penjual Pisang Goreng

Dengan cepat lalu ku kangkangkan kedua paha nek Ratmi dan aku masih dalam keadaan berdiri sambil megelus gundukan tulang yang berada di atas vagina nya.

“Mas penis mu jangan di masukan ke dalam memek ku mas , memek ku soalnya udah kering nanti akan terasa perih sekali mas … “

Kemudian nek Ratmi tiba – tiba berkata dan menghentikan suasana sepi pada malam itu , dan aku pun mencoba untuk menenangkan nya.

“Santai saja nek , tidak usah takut , aku akan mencoba nya dengan perlahan nek .”

Sesekali ku liat wajah nek Ratmi sambil ku tempelkan kepada kontol ku ke bibir vagina nya.

“Uhhh…ssshhh..aaggghhh…”

Nek Ratmi hanya mendesis seperti ular sambil raut wajah nya seperit menahan rasa perih , mungkin karena kontol ku terlalu besar ini membuat vagina nya kage dan aku tidak peduli meskipun tetapi ku lakukan dengan perlahan dengan gerakan maju mundur , sesekali ku teteskan baby oil di gundukan vagina nya hingga mengalir dan mengenai kepala kontol ku.

Sekarang seluruh kepala kontol ku sudah di telan oleh vagina nya yang memang sudah agak longgar , perlahan ku masukan lebih dalam dengan kecepatan gerakan yang kutambah meski tidak teratur hingga akhirnya…

“Ouuhhh…..aaaghhhhh….ssshhh….aakkkhg..” Ku keluarkan air mani ku ke dalam vagina nya.

“crrott…ccrerottt…cvctoott…

Dan pada saat itu aku pun mendesah meski dengan suara yang tertahan saat kontol ku berkedut kurang lebih selama 3 kali dan setelah puas membanjiri liang vagina nya dengan sperma ku , ku cabutlah kontol ku dari memek nya dan saat itu nampak sekali cairan putih yang masih kental ikut mengalir keluar.

Saat kerjadian itu sudah berakhir aku tidak pernah menemui nek Ratmi lagi , cukup sekali ini saja aku ngentot dengan wanita tua yang tidak berdaya , sunggih ini menjadi salah satu pengalaman bercinta ku yang paling gila di dalam hidup ku jika di bandingkan dengan beberapa pengalaman bercinta ku yang sebelum – sebelum nya dengan perempuan lainnya.

Semoga Cerita Dewasa yang Cerita69.asia bagikan ke kalian dapat memberikan informasi terupdate dan juga menambah wawasan kalian tentang Seks terutama yang sudah dewasa, dari cerita ataupun berita tentang kehidupan seks ataupun cinta dalam kehidupan masing-masing kita sebagai umat manusia yang memiliki nafsu birahi terhadap lawan jenis apabila mereka sedang tidak mengenakan busana sehelai benang pun. Terima Kasih… Salam Crot ( Cerita69.asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *